CAN BE TRUSTED OR BE TRASH?

Katanya sih anak teknik ye hehehe...halooo guys 
Kali ini gue bakalan bahas salah satu jurusan yaitu Teknik Industri.Sesuai namanya,Teknik Industri berarti “Merekayasa” suatu Industri.”Lah bang kok Industri di rekayasa? kan Industri nama tempat“.Yup,Maksud merekayasa disini dalam artian bahwa Teknik Industri adalah ilmu yang menjembatani berbagai macam disiplin ilmu untuk keperluan suatu Industri.MasihBingung? Contohnya begini didalam Pabrik pembuatan biji besi di Krakatau Steel,pastinya melibatkan lulusan Metalurgi yang mengerti masalah mineral-mineral logam,Lulusan Teknik Kimia yang mengetahui alur proses pabrik,Lulusan Teknik Elektro yang bertanggung jawab atas rangkaian listrik pabrik,dan banyak lagi.Nah..kita lihat bahwa lulusan-lulusan itu memiliki keahlian di bidang masing-masing,tapi kok bisa berdiri di bawah satu industri? Disinilah peran lulusan Teknik Industri sebagai “Jembatan” dalam menyatukan disiplin ilmu masing-masing lulusan menjadi satu.
“Oi Naruto lu kuliah TEKNIK INDUSTRI ngapain aja sih?“.Tentunya gua belajar juga masalah disiplin ilmu jurusan lain,mereka belajar dasar elektronika,dasar kimia,dasar mesin,dan lain-lain(Ingat! hanya dasarnya saja kok hehe).
“Loh kok belajar semuanya? Terus Spesialisasinya apa?“.Spesialisasi dari Teknik Industri ya tentunya me-manage sebuah industri.dan tentunya dalam me-manage sebuah industri pasti dibutuhkan EFEKTIVTAS,EFESIENSI,PRODUKTIVITAS.Sehingga dalam pembelajarannya tidak hanya mempelajari hal yang eksak namun juga mempelajari hal-hal yang bersifat humaniora.dan diharapkan dapat melakukan Design,tapi bukan men-design hal yang konkret seperti Gedung,Jembatan,dll namun mendesign suatu sistem industri yang terdiri dari Manusia,Mesin,Material ,Energi,serta Informasi.
Jadi,di Teknik Industri kalian akan berperan untuk membuat suatu Industri tersebut menjadi Efektif,dalam artian mengahasilkan profit yang sebanyak-banyaknya dengan modal yang minim.Lalu mengambil kebijakan agar proses yang berjalan efisien,contohnya untuk membunuh kuman butuh suhu 300°C,tentunya ini sangat pemborosan energi maupun biaya,oleh karenanya dicari suhu minimum namun dapat membunuh kuman juga misalnya di 100°C.
Namun tidak hanya memikirkan pabriknya saja,lulusan teknik industri juga harus memikirkan para SDMnya juga,percuma kan karyawannya disuruh kerja lembur untuk mencari profit sebanyak mungkin,namun hal itu membuat mereka menjadi lesu dan malas untuk bekerja sehingga membuat PRODUKTIVITAS Industri juga menurun.

Komentar